Keputihan pada Anak Kecil

keputihan pada anak kecil, keputihan pada bayi, keputihan pada bayi dan anak, gambar bayi, keputihan pada anak bayi,

Keputihan pada Anak Kecil

Keputihan pada Anak Kecil – Keputihan pada Bayi – Penyebab Keputihan Pada Anak Kecil,-

Selain menyerang wanita dewasa, keputihan juga sangat mungkin diderita oleh bayi dan anak-anak. Kondisi ini kadang membuat para orang tua merasa cemas karena mereka mengkhawatirkan kondisi kesehatan, gangguan terhadap organ reproduksi, dan kemungkinan adanya pelecehan seksual terhadap sang anak. Tentu saja, keputihan yang dialami oleh bayi dan anak-anak berbeda dengan wanita dewasa, baik dari segi penyebab, perkembangan penyakit, efek psikologis, pemeriksaan, maupun pencegahannya.

Sebenarnya., penyebab terjadinya keputihan pada bayi dan anak adalah belum sempurnanya bentuk dan fungsi organ kelamin. Permukaan kulit kelamin yang dirniliki oleh anak rnasih sangat tipis, “bibir” luar kelaminnya juga belum berkembang, dan lemak mereka masih tipis, sehingga liang kencing Serta liang kemaluannya masih rcrhulca dan tidak sepemllmya terlindung. Belum tumbuhnyn bulu pada area kelamin bayi dan anak juga mcmbuat perlindungan tersebut menjadi sangat lemah.

Ketidakmatangan organ kelamin hayi dan anak juga bisa diketahui dari sedikitnya jumlah bakreri “baiik” (Lactobacillus) pada jaringan vaginanya. Padahal, bakteri ini sangat bcrguna melindungi vagina dari serangan bakteri dan parasit yang dapat mcnyebabkan keputihan.

Selain kondisi organ kelamin yang belum sempurna, ada beberapa penyebab yang mengakibatkan timbulnya keputihan pada bayi dan anak. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Penyebab Keputihan Pada Anak Kecil

1. Bakteri Haemophilus influenza

Bakteri Haemophilus influenza termasuk bakteri patogen. Bakteri ini mcrupakun Rnktor pcnyebab yang paling sering mengakibatkun peradangan pada vagina bayi dan anak. Sebenarnya, bakteri itu ialah flora normal yang bertempat di saluran pernapasan atas. Perpindahannya ke dalam vagina bisa terjadi melalui tangan. Gejala keputihan yang ditimbulkannya ticlak terlalu khas, tetapi memiliki risiko yang tinggi untuk kambuh kembali.

2. Bakteri Shigella

Bakteri Shigella merupakan bakteri patogen yang ada di organ pencernaan. Biasanya, bakteri ini menjadi penyebab terjadinya diare. Perpindahan bakteri itu ke dalam vagina anak terjadi melalui usus. Salah satu penyebab suburnya perkembangan bakteri tersebut dalam vagina anak adalah kurangnya hormon estrogen.

Keputihan yang ditimbulkan oleh bakteri Shigella biasanya diawali dengan diare. Berbeda dengan keputihan patologis pada umumnya, keputihan ini tidak menimbulkan rasa gatal dan nyeri pada vagina. Cairan yang keluar berwarna putih dengan bau yang tidak sedap dan disertai darah.

3. Cacing Kremi (Oxyuris vermicularis)

Karena posisi vagina dan anus pada bayi dan anak masih berdekatan, Oxyuris vermicularis sangat mudah masuk ke dalam vagina melalui anus. jika sudah terinfeksi, biasanya muncul keluhan rasa gatal di sekitar anus, khususnya pada malam hari. Kondisi ini juga memudahkan terjadinya infeksi. Cairan keputihan yang keluar sangat banyak dan berbau tidak sedap.

4. Bakteri Neisseria gonorrboeae dan Chlamydia tracbamatis, serta parasit Trichomonas vaginalis

Gejala keputihan yang ditimbulkan olehBakteri Neisseria gonorrboeae dan Chlamydia tracbamatis, serta parasit Trichomonas vaginalis tidak berbeda dengan yang dialami oleh wanita dewasa. Akan tetapi, kondisi ini sekaligus menjadi tanda adanya pelece-han seksual pada anak.

5. Jamur Candida albikan

Kasus keputihan pada bayi dan anak yang disebabkan oleh jamur Candida albikan sangat jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh tingginya pH vagina bayi dan anak, sehingga jamur tersebut tidak dapat tumbuh dengan subur. Sedangkan, gejala keputihan yang ditirnbulkannya sama dengan yang dialami oleh wanita dewasa.

Jika gejala-gejala tersebut sudah terlihat, sebaiknya orang tua segera memeriksakan bayi dan anak ke dokter. Den gan clemikian, dokter bisa langsung men- cari tahu faktor penyebabnya dan segera melakukan tindakan pengobatan yang tepat. Akan terapi, sebelum bayi dan anak telanjur terkena keputihan, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan terhadap rnereka.

Pencegahan Keputihan Pada bayi dan anak adalah sebagai berikut:

  1. Lebarkan posisi lutut bayi dan anak ketika buang air kecil. Ini perlu dilakukan agar air kencing tidak tertahan di sekitar vagina.
  2. Keringkan alat kelamin bayi dan anak sesudah buang air kecil.
  3. Bilas vagina bayi dan anak dengan benar, yaitu dari depan ke belakang.
  4. jangan biarkan bayi dan anak rnandi terlalu lama, apalagi berendam. Hal ini perlu dilakukan agar vagina mereka tidak terlalu lembap.
  5. Hindari membedaki area vagina.
  6. Hindari penggunaan sabun secara langsung pada vagina bayi dan anak.
  7. Jangan menggosok vagina bayi dan anak terlalu keras.
  8. Jangan gunakan sabun mandi yang mengandung parfum.
  9. Pilihlah pakaian dalam yang longgar dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, sehingga vagina bayi dan anak tetap kering dan tidak lembap.
  10. Biasakan mengganti pakaian dalam anak sekitar 2-3 kali sehari agar vaginanya tetap kering.
  11. Kontrol kebersihan alat kelamin anak yang masih berusia 5-10 tahun.
  12. Segera periksakan ke dokter jika anak mengeluh merasa sakit ketika buang air kecil, bahkan menahan buang air kecil.
  13. Waspadalah jika anak mulai sering menggaruk vaginanya.
  14. Perhatikan ada atau tidaknya bercak pada celana dalam bayi dan anak.
  15. Pengertian Keputihan silahkan kilik disini
  16. Obat Herbal keputihan alami klik disini

Powered by : Keputihan pada Anak Kecil

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.